Nasionalisme itu Rindu: Catatan Hati Seorang Perantau.Pernyataan yang viral tentang “cukup saya saja yang jadi WNI” membuat saya terdiam lama.
Bukan karena marah.
Bukan juga karena ingin ikut menghakimi.
Tetapi karena kalimat itu membuat saya bertanya pada diri sendiri:
jika diberi kesempatan sepenuhnya, apakah saya ingin meninggalkan Indonesia?
Jawabannya sederhana—tidak.
Saya pernah hampir lima tahun tinggal di Singapore. Kota yang bersih, tertata, efisien. Transportasi datang tepat waktu. Trotoar rapi. Sistem berjalan seperti mesin yang terkalibrasi.
Sebagai akademisi, saya mengaguminya.
Sebagai warga, saya menghargainya.
Namun sebagai manusia—ada ruang dalam hati yang tidak pernah benar-benar terisi.
Setiap Jumat sore, ketika bersiap pulang ke Indonesia, saya merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan. Ada degup kecil yang berbeda. Ada kegembiraan yang tidak rasional. Seperti anak kecil yang tahu ia akan pulang ke rumah.
Dan ketika pesawat mulai menurunkan ketinggian, melihat hamparan lampu kota Indonesia dari udara, entah mengapa dada ini terasa hangat.
Saya rindu tanah.
Bukan metafora—benar-benar tanah.
Saya rindu halaman rumah tempat saya bisa menanam bunga. Rindu menyentuh tanah basah setelah hujan. Rindu melihat tanaman bertumbuh perlahan, tidak terburu-buru seperti ritme kota modern.
Di negeri orang, saya tinggal di ruang vertikal. Bersih, nyaman, efisien. Tetapi tidak ada suara anak-anak bermain di depan rumah. Tidak ada tetangga yang tiba-tiba mengetuk pintu hanya untuk berbagi cerita.
Di Indonesia, relasi terasa lebih cair. Ada gotong royong yang mungkin dianggap kuno oleh sebagian orang, tetapi di sanalah saya merasakan kehangatan. Ketika ada yang sakit, orang datang. Ketika ada yang berduka, orang hadir. Ketika ada yang bersukacita, semua ikut merayakan.
Sebagai seorang Kristen, saya juga merindukan ibadah di gereja tanah air. Menyanyikan lagu pujian dalam bahasa Indonesia. Suaranya mungkin tidak selalu harmonis, tetapi penuh ketulusan. Ada jabat tangan hangat setelah kebaktian. Ada doa yang terasa begitu dekat dan personal.
Di luar negeri, semuanya berjalan sistematis. Tetapi sering kali terasa sunyi.
Indonesia memang tidak sempurna. Kita punya persoalan. Kita tahu itu. Kita mengalaminya. Kita mengkritisinya.
Namun tinggal di luar negeri mengajarkan saya satu hal penting:
tidak ada tempat yang bebas dari luka,tidak ada tempat yang bersih dari masalah, malah mungkin bisa jauh lebih besar.
Di sana ada tekanan. Ada kompetisi tanpa henti. Ada individualisme yang pelan-pelan membuat orang merasa sendiri meski hidup di tengah keramaian.
Indonesia mungkin sedikit gaduh oleh para intoleran
Tetapi ia hidup.
Indonesia mungkin belum ideal.
Tetapi ia punya jiwa.
Nasionalisme bagi saya bukan soal slogan atau simbol. Ia bukan kemarahan di media sosial. Ia bukan kebanggaan kosong.
Nasionalisme adalah rindu.
Rindu pada suara bahasa sendiri.
Rindu pada aroma masakan rumah.
Rindu pada kebersamaan yang tidak dibuat-buat.
Rindu pada alam yang terasa jujur.
Saya tidak menolak menjadi warga dunia. Dunia terbuka. Kesempatan global itu nyata dan penting. Tetapi menjadi global tidak harus kehilangan akar.
Yah, akar saya dan anda yang membaca adalah Indonesia
Jika ada yang memilih kewarganegaraan lain, itu hak pribadi. Tetapi bagi saya, Indonesia bukan sekadar dokumen hukum.
Agar bisa memberikan kepuasan haha388 lebih kepada para membernya, situs slot online terbaik haha388 pasti mengusung konsep layanan judi slot yang modern atau baru. Salah satunya tentunya dengan memberikan informasi mengenai RTP slot hari ini melalui sistem live RTP haha388. Hal ini diharapkan dapat memudahkan pemain untuk memenangkan slot online melalui pilihan permainan slot yang lebih tepat. Seperti yang kita ketahui, setiap jenis permainan judi slot online haha388 mempunyai RTP atau persentase haha388 pengembalian pemain tertentu. Secara umum, permainan slot haha388 dengan RTP tertinggi selalu lebih mampu menawarkan peluang kemenangan terbesar, termasuk keuntungan jackpot yang ditawarkan nantinya di setiap putaran permainan.