Kami dari tim KKN GIAT 12 UNNES Melaksanakan Sosialisasi bertema “Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga” dengan subtema “Gerakan Hijau untuk Keluarga Tangguh Pangan”. Kegiatan ini mengajak para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan lahan terbatas melalui budidaya sayuran kangkung dan biji cabai di polybag. Fokus pengenalan kali ini adalah kangkung dan cabai, dua komoditas yang akrab di meja makan masyarakat Indonesia.
Dengan menanam sendiri, keluarga diharapkan dapat mengurangi pengeluaran dapur, menjaga ketersediaan sayuran segar, dan ikut memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selanjutnya adalah penyampaian materi dari tim KKN GIAT 12 UNNES mengenai Perempuan Agen Pancasila: Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga dengan memperkenalkan tanam kangkung dan biji cabai dengan sistem konvensional (media tanah) dalam polybag. Pengertian dari Ketahanan pangan sendiri merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi setiap individu baik secara fisik maupun ekonomi untuk hidup sehat, aktif, dan produktif.
Ketahanan pangan juga sangat penting karena kebutuhan dasar manusia dan hak asasi. Ketahanan pangan juga berkontribusi pada stabilisasi sosial dan ekonomi suatu negara serta kesejahteraan masyarakat.
Penanaman Biji Kangkung dan Biji Cabai dengan media polybag ini bisa menjadi cara untuk para ibu – ibu rumah tangga yang dimana pekarangan rumahnya sempit dan tidak ada lahan untuk menanam berbagai macam jenis sayuran.
Keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak bercocok tanam. Melalui media polybag, kebun mini bisa dibuat di pekarangan rumah, teras, bahkan balkon. Kangkung dipilih karena masa panennya singkat (21–25 hari), sementara cabai memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi bahan pokok yang hampir setiap hari digunakan.
Kegiatan diakhiri dengan pembagian bibit dan polybag kepada ibu-ibu rumah tangga untuk ditanam di rumah masing-masing. Harapannya gerakan ini menjadi kebiasaan berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga produsen pangan di lingkup rumah tangga.
Jika setiap rumah memiliki satu sudut hijau yang produktif, bayangkan berapa banyak pengeluaran yang bisa dihemat dan seberapa besar kontribusi kita terhadap ketahanan pangan nasional. Karena pada akhirnya, ketahanan pangan bukan hanya urusan negara, tetapi dimulai dari piring makan kita sendiri. Dengan metode sederhana ini, terbukti bahwa membangun kemandirian pangan tidak membutuhkan modal besar hanya kemauan, pengetahuan, dan kebersamaan.