Obat Bosan dan Teman Santai

Obat Bosan kadang datang saat kita tidak memiliki aktivitas harian atau saat kita sedang menunggu. Saya pribadi sering merasakan rasa bosan itu, baik itu bosan saat di rumah saja, atau saat sedang meunggu.

Lalu bagaimana siih cara agar kita bisa mengatasi rasa bosan itu?

Nah, pertanyaan di atas menarik untuk kita bahas. Tentunya masing-masing kita memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi rasa bosan itu.

Namun, saya pribadi sejak kuliah dulu selalu membiasakan membawa buku kemana pun saya pergi, sehingga ketika rasa bosan menyapa, saya bisa mengisi waktu dengan membaca buku.   

Perihal buku, tentu setiap orang memiliki kecenderungan masing-masing. Ada yang suka baca buku-buku self-improvement, religi dan spiritual, gender, pendidikan, sosial politik, atau novel.

Saya pribadi termasuk pembaca yang lintas genre, saya menyukai non-fiksi tapi saya juga menyukai fiksi. Berikut ini saya akan membocorkan beberapa bacaan favorit saya yang menemani saya baik dikala bosan, maupun dikala santai.

Saya akan membaginya kedalam empat jenis bacaan: gender, religi dan spiritual, self-improvement, referensi pendidikan dan novel.

Gender, Religi dan Spiritual

Berbicara tentang buku-buku gender yang di dalamnya juga membahas wacana keagamaan terhadap perempuan, sebenarnya banyak sekali penulis yang membahas terkait isu ini, namun di sini saya akan membahas buku favorit saya dan yang membuat saya jatuh cinta dengan isu ini.

Pertama, jatuh kepada penulis perempuan yang banyak menyuarakan soal isu gender di media sosial, yaitu Kalis Mardiasih. Salah satu buku beliau yang menjadi buku favorit saya sampai saat ini adalah buku yang berjudul Muslimah yang Diperdebatkan.

Buku tersebut merupakan kumpulan esai beliau yang membahas tentang kemanusiaan, tubuh perempuan, dan religiusitas. Salah satu bagian favorit saya di buku tersebut adalah bagian yang membahas tentang tubuh perempuan dan penghormatan kepada hidup.

Ada tiga poin penting yang dijelaskan oleh Kalis di bagian tersebut yang menyinggung tentang dinding pembatas kemerdekaan perempuan: pertama, adalah tradisi, seperti tradisi tentang pernikahan dini khususnya bagi perempuan, kemudian tradisi Indonesia yang masih menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua.  Kedua, doktrin agama, di mana agama dipahami dalam sudut pandang laki-laki dan meminggirkan pengalaman spiritual perempuan. Ketiga, kapitalisme, menurut Kalis, akar dari seluruh persoalan kekerasan berbasis gender, atas nama apa pun adalah soal kekuasaan, dominasi, dan penindasan oleh yang kuat terhadap yang lemah.

Buku gender selanjutnya adalah datang dari penulis yang tumbuh di kalangan santri yaitu Syafiq Hasyim, dengan judul Bebas dari Patriarkhisme Islam. Buku ini dibagi menjadi tiga bagian; pertama, tentang Islam, Perempuan, dan Quo Vadis Gerakan; kedua, Perempuan Sebagai Korban atas Nama Islam; ketiga, Perempuan dan Ruang Pembebasan. Bahasa utama dalam buku ini adalah tentang wacana Islam yang kadang digiring untuk memihak kepada ideologi patriakhi.

Kemudian, buku dengan judul Qira’ah Mubadalah yang ditulis oleh Faqihuddin Abdul Kodir yang merupakan inisiator dari platform mubadalah.id. Buka yang ditulis oleh beliau merupakan paket komplit yang membahas tentang kesalingan antara perempuan dan laki-laki. Bukunya sangat kaya akan dalil agama dan tafsir yang anti misoginis.

Mendaftar menjadi member situs slot online terpercaya musang178 sambil menikmati layanan judi slot Gacor terlengkap dan terbaik sangat memudahkan para pemain atau penjudi di Indonesia untuk ikut serta. Pemain hanya perlu melakukan pendaftaran slot musang178 terlebih dahulu sebagai syarat penting untuk mendapatkan satu akun yang nantinya akan digunakan untuk memainkan permainan judi slot online terbaik yang ditawarkan oleh situs slot Gacor terpercaya musang178.

Tinggalkan Balasan