Indonesia Darurat Sampah, Kok Mesin Pengolahnya Disegel Pemerintah?

Katanya kita darurat sampah, begitu statement pemerintah. Tapi faktanya beda lagi dengan sikap yang ditunjukkan pemerintah. Tanpa ada niat menghakimi atau mungkin menuduh pemerintah tidak konsekuen dengan programnya sendiri. Tapi tulisan ini tidak lain dibuat atas keresahan yang sama, kapan tumpukan sampah ini segera berakhir?

Gili dan Masalah Sampahnya
Sebagai salah satu pulau dengan destinasi wisata dunia, Lombok dengan 3 gili nya yang terkenal akan selalu menghadirkan isu di tengah pamornya. Apalagi isu ini sudah mendapat status darurat, apalagi kalau bukan soal sampah? Gunungan sampah, bau sampah, penyakit karena sampah dan dampak lingkungan lainnya.

Apalagi setelah beredarnya pernyataan Menteri lingkungan Hidup Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menginisiasi proyek pengelolaan sampah menjadi energi (Waste to Energy atau WtE) senilai Rp50,4 triliun ($3 miliar) pada awal 2026. Selain itu, katanya investasi proyek pengolahan sampah di 33 kota di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp91 triliun.

Bahkan kabarnya, banyak investor internasional telah menunjukkan minat yang kuat, dengan lebih dari 240 investor yang mendaftar dan penjaringan investor dilakukan dalam beberapa kloter. Saya senang membaca ini, meskipun belum tau di lapangan bagaimana. Diberitakan bahwa Pemerintah merencanakan 34 proyek konversi sampah menjadi listrik (PLTSa) yang akan digarap mulai Maret 2026, dengan empat kota pionir yaitu Bogor, Bekasi, Denpasar, dan Yogyakarta. Meskipun di sejumlah daerah seperti Bali dan Lombok juga sedang berusaha mewujudkan hal ini.

Rencana ini sangat bagus, karena Langkah ini bertujuan mendukung target pemerintah mencapai pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%, serta menargetkan pengurangan kebocoran sampah plastik ke laut sebesar 70%. Begitu katanya. Tapi kenyataan di lapangan sepertinya berbeda, bahkan dari salah satu yang pernah saya temui, investor sampai merasa kesulitan dengan perijinan, dimana dukungan pemerintah daerah setempat masih sangat minim. Mereka seakan tau tapi tutup mata. Saya pribadi jadi bertanya-tanya, apakah wacana ini tinggal wacana dan janji, atau benar-benar dilakukan di lapangan dan menjadi solusi.

Nasib Gili Hari ini
Dari seorang penggiat usaha dan lingkungan di Gili, yang baru saya kenal, saya tahu nasib Gili hari ini. Ia seperti pulau kecil yang pesonanya di gaungkan, tapi kehidupannya diabaikan. Di sana, di sebuah area yang tak disorot publik dan media, ber ton-ton sampah masih menunggu sebuah solusi. Apakah sampah akan menenggelamkan keindahannya secara perlahan, ataukah janji pemerintah menyelamatkan pamornya di dunia pariwisata.

Dari satu gambar saja saya sendiri sudah mual, membayangkan pulau-pulau kecil gili dikelilingi gas metana hasil tumpukan sampah yang tak terpilah. Saya bukan ingin menampilkan sisi lain dari Gili yang jorok dan ironis, tapi kita mencintai Lombok yang menjadi tanah kelahiran orang di sana, termasuk saya.

Salah satu keuntungan dan keuntungan menarik yang akan didapatkan pemain dari bermain di situs ceri188 gacor terpercaya adalah dapat memainkan permainan slot dengan minimal taruhan terendah dan tanpa modal besar dengan lebih mudah. Taruhan minimum rendah ceri188 atau murah ini juga berlaku untuk semua jenis metode pembayaran yang ditawarkan, termasuk ceri188 melalui pulsa, rekening bank, atau e-wallet.

Tinggalkan Balasan