3 Ide Hiburan yang Bikin Momen Sahur Makin Hidup.Aku sendiri selalu bangun “mepet”, ya sekira jam 3 sampai 3.30 WIB, sementara imsak pukul 4.20 WIB. Jujur saja, rasa kantuk selalu menyerang di jam-jam tersebut. Solusi pertama tentu saja cuci muka dan minum air putih. Jika mata mulai segar, aku segera menyiapkan makanan dan minuman. Kondisional sih, kadang suami yang menyiapkan.
Sejak memutuskan untuk tidak membeli TV (setelah menikah), hiburan kami hanya 2 jalur, HP dan tatap muka. Keputusan yang cukup berat dengan pertimbangan punya toddler, takut kebanyakan screen time. Padahal suami gemar nonton bola, kalau nonton di HP layarnya sempit.
Alhamdulillah menjalani sahur tahun keempat sebagai keluarga tanpa TV bukan masalah bagi kami. Awal menikah, saat belum punya anak, kami terbiasa ngobrol sembari menyiapkan makanan. Jika terasa kurang, suami main Mobile Legend, sementara aku nonton drakor. Simpel.
Tahun selanjutnya kami dikaruniai anak, bulan Ramadan bersama new born udah pasti anti ngantuk meski tanpa hiburan. Lalu momen sahur di tahun berikutnya juga sama, seringkali anak terbangun, malah jadi quality time.
Ramadan tahun ini cukup berbeda. Anakku berusia 2 tahun, tidurnya mulai teratur dan nyenyak. Biasanya bangun jam setengah 6 pagi, jadi jarang ikut “sahur”. Aku juga sengaja tak membangunkannya selama jam tidurnya terhitung normal sesuai usia.
Lalu bagaimana strategi sahur anti ngantuk kami sekarang?
Ada 3 hal yang sering kami lalukan agar momen sahur tetap hidup, anti ngantuk, dan jadi momen tak terlupakan.
Nonton Podcast Viral
Kalau sekarang lagi trennya Podcast Panji Pragiwaksono dan Ustaz Felix Siauw dalam seri Putar Balik (Putbal). Suamiku menyalakan layar iPad, lalu memilih menu YouTube. Topik bahasannya memang bukan hiburan, justru malah agama. Mulai dari hijrah, makna iman dalam kehidupan sehari-hari, cara memulai ibadah setelah “lalai”, hingga makna ayat Al-Quran.
Sembari nonton, menikmati makan sahur, kami juga diskusi santai. Aku dan suami memang suka ngobrol banyak hal, terlebih soal agama. Mulanya kami banyak perbedaan pendapat, tapi selalu ada solusi jika mau diskusi. Akhirnya kami bergandengan tangan, sama-sama belajar.
Kalau udah ngobrol gini bisa dipastikan hati menggebu-gebu hingga mengusir rasa kantuk. Tak hanya itu, ilmu pun bertambah sedikit demi sedikit.
Eitss, nggak hanya podcast Panji, aku dan suami juga nonton berita terkini sembari diskusi. Arus informasi sangat penting bagi kami, terlebih soal pendidikan, parenting, dan berita lokal. Tak jarang kami sampai berdebat ringan, saling mempertahankan argumen. Maklum, sama-sama anak pertama.
Stand Up Comedy
Menurutku, salah satu kebutuhan manusia adalah tertawa. Pokoknya tertawalah sebelum kamu ditertawakan. Haha.
Kami seolah tak bosan menyaksikan para komika on stage dengan gayanya masing-masing. Bahkan kami sering memutar video lawas Raditya Dika dan Dodit Mulyanto. Entah kenapa, asupan stand up comedy membuat hari kami lebih rileks. Seakan beban sedang dipikul orang lain, kami libur dulu.
Sampai ada satu materi roasting yang sering kami tirukan. Kalau nggak salah di musim SUCI 4 deh.
“Mas Radit senyum aja, nggak usah ditahan-tahan. Bulu hidungmu lho mas, bergoyang-goyang. Lepaskan Radit… Lepaskan Radit…,” kata Dodit diiringi senyum Raditya Dika.
Momen yang epic, lucu, tak terlupakan. Ini adalah pemersatu bangsa, termasuk pemersatu aku dan suami. Mungkin kalian juga mengingatnya.
Scroll X
Netizen X (dulu Twitter) seringkali lebih tertarik dengan reply-reply dibandingkan dengan twit utamanya. Benar saja, banyak reply asbun, sok bijak, suguhan data dan fakta, hingga reply yang ngawur dan dibenci (buzzer).
Entah kenapa (bagiku) membaca sembari scroll layar aplikasi X adalah sebuah kebanggaan. Seperti sebuah hiburan sekaligus edukasi. Aku merasa mendapatkan banyak ilmu sejak bergabung di Twitter 12 tahun silam.
Aku nggak kudet kok, sekarang katanya aplikasi X udah nggak asik. Emang sih akhir-akhir ini ada beberapa public figure yang menyatakan berhenti main X. Termasuk Raditya Dika dan Ernest Prakasa. Katanya sekarang pola perilku dan pemikiran netizen X makin ngawur.