Kalau bicara soal Performa Mesin, kebanyakan orang langsung ingat ke mesin bertenaga besar, suara knalpot gahar, atau desain bodi yang sporty. Tapi, tahukah kamu kalau ada “ilmu rahasia” di balik tarikan mobil yang mantap? Dunia teknik otomotif menyebutnya tractive effort dan tractive resistance.
Tractive effort itu sederhananya adalah tenaga dorong yang dibutuhkan mobil untuk melawan semua hambatan di jalan. Sedangkan tractive resistance adalah kumpulan hambatan yang bikin mobil nggak bisa langsung melesat seenaknya. Nah, hambatan ini datang dari berbagai “musuh” yang sering nggak kita sadari.
Yang pertama, rolling resistance alias hambatan gelinding. Ini muncul dari gesekan antara ban dan permukaan jalan. Ban yang botak, tekanan angin yang nggak pas, atau jalan yang kasar bisa bikin hambatan ini makin besar. Nggak heran, ini bisa memakan sekitar 40% tenaga dorong di kecepatan 90 km/jam.
Lalu ada wind resistance atau hambatan angin. Makin kencang kita ngebut, makin besar dorongan angin yang harus dilawan. Bahkan di kecepatan tinggi, hambatan angin bisa makan porsi sampai 60% dari total hambatan. Makanya, desain aerodinamis itu bukan cuma biar keren, tapi juga bikin mobil lebih hemat tenaga.
Musuh berikutnya adalah gradient resistance atau hambatan tanjakan. Kalau sering main ke daerah pegunungan, kita pasti merasakannya, mobil perlu “kerja ekstra” buat nanjak. Terakhir, adalah inertia resistance, yaitu hambatan saat mobil mulai bergerak atau nambah kecepatan. Mobil yang berat atau bawa banyak penumpang pasti lebih berat melawan inersia ini.
Buat para pecinta otomotif, paham soal ini bukan cuma bikin kita lebih “melek teknologi”, tapi juga bisa membantu dalam memilih ban yang tepat, menjaga tekanan angin, atau bahkan mempertimbangkan modifikasi bodi untuk mengurangi hambatan angin. Semua ini ujung-ujungnya bikin tarikan mobil lebih enteng, konsumsi BBM lebih irit, dan tentu saja, pengalaman berkendara jadi lebih nikmat.
Jadi, lain kali kalau bicara soal performa, jangan cuma lihat kapasitas mesin atau tenaga kuda. Coba pikirkan juga berapa banyak tenaga yang hilang untuk melawan hambatan-hambatan tersebut? Karena di situlah kunci dari performa sesungguhnya
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.